Mari kita sama-sama tunggu siapa atau pihak mana yang menang taruhan.
*_Lalu andai kalah, atau andai menang sekalipun namun janji diingkari se-model gaya tipu-tipu Jokowi_* mau mengadu kemana ? Ke DPRD yang mayoritas pecinta Jokowi, atau memang sejatinya ingin berkoalisi dengan Jokowi sejak dukungan kepada Ri-Ka-Sus namun mimikris melalui manufer dengan pola rekayasa dukungan pilkada DKI.
Dukungan politik setara pilkada merupakan traktat yang tidak sakral, atau perjanjian yang bukan sekelas antar negara, tentu bisa mudah dianulir atau dibatalkan dan pembatalannya bukan sebuah perbuatan melawan hukum.
Apakah pembatalan dukungan yang bersifat “peruntungan politik dan moralitas” diperlukan saat ini terhadap Ri-KaSus. Hal ini tentu domain kompetensi pihak-pihak yang bersepakat. **













