Contoh lain yang disampaikan Agustiana adalah eksploitasi tambang nikel di Sulawesi, di mana operasi penambangan tersebut tidak transparan. Publik tidak mengetahui secara pasti apakah hanya nikel yang dieksploitasi, atau ada sumber daya lain seperti uranium yang lebih strategis dan berbahaya. “Jika itu uranium, yang merupakan bahan untuk senjata nuklir, kita harus sangat berhati-hati,” katanya, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam.
*Kerusakan Hutan di Kalimantan dan Papua*
Tak hanya itu, Agustiana juga menyoroti kerusakan hutan yang terus berlangsung di Kalimantan dan Papua. “Di era Jokowi, kerusakan hutan akibat pembukaan lahan besar-besaran untuk perkebunan dan tambang terjadi secara masif,” tegasnya.
Kerusakan ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghancurkan kehidupan masyarakat adat yang bergantung pada hutan untuk keberlangsungan hidup mereka. Agustiana berpendapat bahwa Jokowi harus memberikan laporan transparan mengenai kondisi hutan dan lahan di Indonesia kepada Prabowo agar pemerintahan selanjutnya dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi sumber daya alam yang tersisa.













