• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, November 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Maman Lukmanul Hakim: Dari Kuningan ke Gelar Doktor, Bedah “Dialektika Puritanisme Islam” di Muhammadiyah

Maman Lukmanul Hakim: Dari Kuningan ke Gelar Doktor, Bedah “Dialektika Puritanisme Islam” di Muhammadiyah

Hargib by Hargib
12 Agustus 2026
in Edukasi, News
0
FOTO BERSAMA: Maman Lukmanul Hakim menerima sertifikat dari ketua sidang usai meraih gelar doktor di pascasarjana UIN SGD Bandung/Rabu,11/(8/2026)/bedanews.com/ Harry Brajamusti

FOTO BERSAMA: Maman Lukmanul Hakim menerima sertifikat dari ketua sidang usai meraih gelar doktor di pascasarjana UIN SGD Bandung/Rabu,11/(8/2026)/bedanews.com/ Harry Brajamusti

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Temukan Konsep “Ruptur yang Terkelola” dalam Dinamika Tajdid Muhammadiyah

— Narasi umum yang menyebut Muhammadiyah fase awal 1912–1927 hanya bergerak secara tekstual-purifikatif atau bayānī dibantah oleh Maman melalui  riset terbaru. Penelitian menyimpulkan gerakan tajdid Muhammadiyah justru dibangun di atas pola epistemologis hibrid sejak masa Ahmad Dahlan.

1.Fase Awal 1912–1927: Sudah Ada Unsur Rasional-Burhānī

Penelitian menemukan karakter epistemologis Muhammadiyah periode awal tidak cukup dijelaskan dengan kategori bayānī tradisional saja. Gerakan ini berjalan dengan pola karismatik-argumentatif yang negosiatif dan performatif. Ahmad Dahlan berdialektika langsung dengan komunitas melalui kekuatan argumentasi.Bukti nyata: penggunaan ilmu falak, argumentasi maṣlaḥah berbasis realitas sosial, dan kritik rasional terhadap praktik keagamaan tanpa dasar normatif. “Dimensi burhānī sebenarnya sudah hadir secara implisit sejak awal, jauh sebelum diformulasikan resmi pasca Munas Tarjih 1995,” bunyi kesimpulan riset. Temuan ini mengoreksi pelabelan tunggal terhadap fase awal Muhammadiyah.

BeritaTerkait

Pemkab Kapuas Susun Rencana Penanggulangan Bencana Daerah, Libatkan Lintas Sektor dan Akademisi

6 November 2026

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
Page 4 of 7
Prev1...345...7Next
Tags: Dari KuninganDialektika Puritanisme IslamGelar DoktorMaman Lukmanul HakimMuhammadiyah
Previous Post

Kejaksaan Disebut Sedang dalam “Masa Ujian”, Burhanuddin Beri Mandat Berat Kepada 34 Pejabat Baru

Next Post

Komisi III DPRD Kota Cirebon Bahas Pencegahan Kekerasan Seksual dan Paparan Pornografi Anak

Related Posts

News

Pemkab Kapuas Susun Rencana Penanggulangan Bencana Daerah, Libatkan Lintas Sektor dan Akademisi

6 November 2026
Edukasi

Ekoteologi dalam Inovasi, Pendidikan, dan Pengabdian

6 November 2026
News

Antisipasi Gangguan Operasional Pesawat, FDI Tasikmalaya Imbau Pilot Drone Tertib Aturan dan Koordinasi

5 November 2026
Edukasi

DPRD Jabar Berharap Seluruh Venue Pertandingan Proprov Dipersiapkan Secara Optimal

5 November 2026
News

Kemendagri Dampingi Hulu Sungai Utara Tingkatkan Kualitas Pelayanan Dasar

4 November 2026
News

Kemendagri Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah, BPD, Fintech dan Dunia Usaha untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi Digital

4 November 2026
Next Post

Komisi III DPRD Kota Cirebon Bahas Pencegahan Kekerasan Seksual dan Paparan Pornografi Anak

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021