Benarlah kiranya sabda Rasulullah saw.:
“Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh Islam) bersatu padu mengalahkan kalian dan memperebutkan kalian. Mereka bagaikan segerombolan orang-orang rakus yang berkerumun berebut hidangan di sekitar mereka. Di antara sahabat ada yang bertanya keheranan: “Apakah karena waktu itu kita berjumlah sedikit, ya Rasulullah?” Rasul menjawab: “Bukan, bahkan jumlah kalian pada waktu itu banyak, akan tetapi kalian laksana buih yang terapung-apung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sangat disayangkan, jumlah kaum muslim di dunia (sekitar 1,5 – 5 milyar) tak lagi memiliki kekuatan ataupun taring. Mereka ciut dalam komando PBB dan paham sekularisme. Seharusnya perumpamaan yang digambarkan Rasulullah saw. bahwa orang-orang muslim itu dalam kasih sayang dan tolong-menolong antar mereka ibarat satu tubuh terwujud di tengah mereka. Namun, apa mau dikata, penyakit al Wahn (cinta dunia dan takut mati) telah merasuk dalam jiwa kaum muslim dan pemimpinnya, lalu, bagaimana mungkin ‘bantuan’ yang harusnya diterima muslim tertindas itu ada ?













