Bagi saya, ini bukan sekadar kalimat spiritual. Ini adalah etika seorang pemimpin.
Di atas ada Allah berarti seorang pemimpin sadar bahwa jabatan, pangkat, dan kewenangan bukan miliknya. Semuanya adalah amanah.
Ia boleh membuat aturan, tetapi harus tunduk kepada aturan. Ia boleh mengawasi orang lain, tetapi juga harus siap diawasi.
CCTV mungkin dapat dimatikan. Pintu mungkin dapat ditutup. Laporan mungkin dapat ditunda.
Tetapi pertanggungjawaban kepada Allah tidak pernah dapat dihentikan.
Di atas ada Allah berarti kekuasaan tidak pernah benar-benar sendirian.
Lalu apa makna di bawah ada tanah?
Tanah mengajarkan kerendahan hati. Setinggi apa pun pangkat dan jabatan seseorang, kakinya tetap berpijak di tanah.













