Artinya, “Siapa saja yang mampu menahan kemarahannya, maka Allah akan menahan azab-Nya dari orang itu,” (HR. Ath-Thabrani).
Kedua, tinggalkan tipu daya dunia dan perkara yang haram, niscaya kita akan aman dan selamat pada hari Kiamat. Bukan berarti kita harus menolak dunia, karena tanpa dunia kita tidak akan bisa sampai ke akhirat. Namun, jangan jadikan dunia sebagai sebagai tujuan dan orientasi hidup. Justru jadikanlah sebagai fasilitas dan jembatan meraih kemuliaan akhirat.
Ingatlah bahwa kehidupan akhirat itu lebih bagus dan lebih kekal dari kehidupan dunia, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Quran:
Artinya, “Dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal,” (QS. Al-A’la [87]: 17).
Mengapa kita tidak boleh menjadikan dunia sebagai tujuan? Sebab, sikap demikian hanya akan mendekatkan kita kepada sifat-sifat tercela seperti rakus, tamak, dan berani mengambil perkara syubhat, makruh, bahkan yang haram. Sementara jika kita sudah berani mengambil yang haram, maka dampaknya sangat banyak, seperti jauh dari terkabulnya doa, berat melaksanakan ibadah, hingga mendapat siksaan di akhirat. Ingat pesan Rasulullah SAW dalam haditsnya.












