“LAKRI ini sudah terjun ke seluruh Provinsi di Indonesia, maka kita harapkan LAKRI akan lebih besar dan dikenal seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Setyabudhie mengungkapkan, ketika LAKRI melakukan investigasi, hampir pasti mengalami kendala,
“Oleh karena itu, di dalam LAKRI ada DPK dan DPN, karena apabila LAKRI dipersulit ketika akan melakukan investigasi ke sebuah instansi, maka pengurus DPN akan turun untuk mengkomunikasikan,” pungkasnya.
Inspektur Inspektorat Provinsi Papua Barat, Sugiyono menepis anggapan bahwa Indonesia bagian timur rawan kasus korupsi. Menurutnya, hal itu hanya indikasi saja sebab korupsi terjadi hampir disetiap daerah di Indonesia.
“Karena yang namanya korupsi itu terjadi di mana-mana, dan dengan hadirnya LAKRI, maka Inspektorat Provinsi Papua Barat sangat terbantu,” ungkapnya.












