Arief menambahkan, selain untuk budidaya tebu sendiri, lahan HGU PG Jatitujuh sejak tahun 2018 telah dioptimalisasi untuk pelaksanaan program kemitraan budidaya tebu dengan masyarakat desa penyangga di sekitar perkebunan.
Saat ini sekitar 2000 petani yang tergabung ke dalam 14 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Majalengka dan Indramayu telah menjadi bagian dari program Kemitraan Budidaya Tebu PG Jatitujuh.
Dengan adanya kemitraan ini, keberadaan HGU PG Jatitujuh memiliki peran yang semakin semakin strategis. Pasalnya, selain untuk mengamankan rantai pasok bahan baku giling juga dapat meningkatkan perekonomian lokal melalui peningkatan kesejahteraan para petani.
Arief mengatakan, jumlah lahan HGU yang digarap mitra petani terus bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2019 luas lahan kemitraan tercatat sekitar 1.700 Ha, tahun 2020 naik menjadi sekitar 3.200 Ha, tahun 2021 bertambah menjadi sekitar 3.690 Ha. Di tahun 2022 perusahaan menargetkan penambahan lahan kemitraan menjadi 5.190 Ha.













