Sementara itu, Nono Madani, salah satu Mitra Petani Tebu PG Jatitujuh,
mengatakan, betul-betul merasakan manfaat dari program kemitraan ini.
“Tahun lalu SHU saya 15 juta per Ha. Makanya saya menghimbau untuk bergabung dengan kemitraan tebu. Luas kelompok tani saya sekarang mencapai 500 Ha,” ujarnya.
Nono mengakui, bahwa sebelumnya ia merupakan pihak yang bersebrangan dengan PG Jatitujuh bahkan ia adalah salah seorang tokoh penggerak F-Kamis.
“Saya Korlap F-Kamis wilayah Loyang sampai dengan Sukamulya. Saya juga yang turut menggugat lahan HGU Jatitujuh. Namun, saya sekarang sudah keluar dari F-Kamis dan memilih bergabung dengan program kemitraan, atas mediasi dari Forkopimda Indramayu dan Komisaris RNI,” pungkasnya. (Red)













