“Penambahan luasan lahan kemitraan ini menandakan bahwa manfaat ekonomi dari program ini dirasakan secara nyata, sehingga minat masyarakat untuk bergabung semakin besar setiap tahunnya,” ujar Arief.
Direktur PT PG Rajawali II, Ardian Wijanarko menambahkan dan berharap berbagai gangguan terhadap keberadaan HGU, aktivitas kemitraan, serta kegiatan operasional produksi gula PG Jatitujuh tidak terjadi lagi dikemudian hari.
Ia berharap, masyarakat desa penyangga di sekitar HGU PG Jatitujuh dapat bersama-sama mendukung aktivitas kemitraan budidaya tebu yang tengah berjalan. Pihaknya dengan tangan
terbuka mengajak masyarakat untuk bergabung dalam program ini.
“Dengan tangan terbuka kami menerima masyarakat untuk bergabung menjadi mitra petani tebu RNI. Kami menargetkan pada masa tanam tebu tahun 2021/2022, jumlah mitra petani PG Jatitujuh bertambah hingga sebanyak 2.800 Petani,” ucap Ardian.













