Angka sebenarnya mungkin berada di antara keduanya. Atau bisa juga tidak ada yang tahu persis, karena kedua pihak merahasiakan data intelijen mereka.
Yang pasti, kehilangan satu F-15 adalah pukulan signifikan bagi AS. Pesawat ini adalah tulang punggung armada udara tempur AS. Nilainya puluhan juta dolar. Jatuh di wilayah musuh berarti teknologi canggihnya berisiko jatuh ke tangan Iran.
Itu sebabnya AS dikabarkan mengebom lokasi jatuhnya sendiri. Lebih baik menghancurkan bukti daripada membiarkan Iran mempelajari radar dan sistem avionik F-15.
*Indonesia Tidak Bisa Lagi Hanya Menonton*
Inilah bagian yang paling tidak nyaman untuk disampaikan, tetapi harus dikatakan.
Indonesia selama ini memiliki kebiasaan menjadi penonton dalam konflik global. Kita mengeluarkan pernyataan resmi berisi keprihatinan. Kita menyerukan pengendalian diri. Lalu kita kembali ke rutinitas seolah tidak ada yang terjadi.













