Iran tampaknya memahami dinamika ini. Mereka tidak menunjukkan kepanikan berlebihan. Yang patut dicermati: jika ultimatum berlalu tanpa aksi militer, kredibilitas ancaman AS di masa depan akan dipertanyakan. Namun sebaliknya, jika Trump benar-benar menyerang, dunia akan memasuki babak baru yang penuh ketidakpastian.
*Klaim Militer: Kebohongan sebagai Amunisi Perang*
Dalam perang modern, informasi akurat sering menjadi korban pertama. Iran mengklaim telah menembak jatuh 12 pesawat AS. Amerika Serikat hanya mengakui empat unit: satu F-15, satu A-10, dan dua helikopter Black Hawk.
Siapa yang benar? Kemungkinan keduanya tidak sepenuhnya jujur. Iran melebih-lebihkan untuk konsumsi domestik, menunjukkan kepada rakyatnya bahwa mereka mampu “menghukum” musuh. AS meremehkan untuk menjaga moral pasukan dan citra global.













