Senada dengan itu, M. Ali Affandi, yang kini memimpin KADIN Kota Surabaya, menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, inklusif dan berorientasi pada masa depan.
“HIPMI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami dunia usaha, tetapi juga mampu membaca arah perubahan global dan mentransformasikannya menjadi peluang. Ade Jona Prasetyo menunjukkan karakter kepemimpinan yang elegan, komunikatif, dan memiliki daya jangkau nasional yang kuat,” ungkapnya.
Keduanya optimistis bahwa, di bawah kepemimpinan Ade Jona Prasetyo, HIPMI akan semakin solid dan berkontribusi signifikan dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Sebagai informasi, proses pemilihan Ketua Umum HIPMI periode 2026–2029 menjadi perhatian luas berbagai kalangan, seiring meningkatnya peran strategis organisasi dalam perekonomian nasional.













