Cimahi, BEDAnews
LSM Laskar Merah Putih (LMP) Cabang Kota Cimahi mengaku geram dengan tidak tegasnya Ketua DPRD Cimahi Ade Irawan yang tidak transparan dan tidak mau memberikan salinan rekomendasi LKPJ Walikota Cimahi 2011.
Ketua Laskar Merah Putih, Dieky Surachman mengaku pihaknya merasa kesal, karena beberapa kali pihaknya sudah melayangkan surat ke dewan, meminta salinan LKPJ 2011 berikut catatan strategis dan rekomendasi LKPJ, namun dewan seperti tidak menanggapinya, malahan cenderung menolak permintaannya.
"Ada apa semua ini, Ketua tidak mau hadir dalam pertemuan ini, ini membuktikan ketua sangat pengecut, karena masalah LKPJ masyarakat berhak untuk mengetahuinya, jangankan transparan kepada masyarakat, bahkan transparansi kepada mediapun sama sekali tidak diekspos ke publik," katanya, saat audensi dengan DPRD, Selasa (26/6).
Atas sikap itu, kata Dieky, pihaknya akan terus menuntut diberikannya salinan LKPJ tersebut. Jika tak dipenuhi, bisa saja mengajukan hal itu ke ranah hukum. “Kamipun akan memberi tahukan kepada LMP, yang ada di pusat dan didaerah-daerah lainnya, bagaimana birokrasi di DPRD Cimahi sangat tidak proaktif kepada rakyatnya, padahal itu merupakan salah satu kepentingan masyarakat, Jangan sampai birokrasi DPRD lainnya seperti Cimahi, karena Ketua DPRD Ade Irawan menghindar dari tanggung jawab, yang dikorbankan adalah anggotanya yang tidak tahu apa-apa, dan tidak dapat memberikan keputusan yang pasti, ini benar-benar pengecut," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Robin Sihombing menyampaikan permohonan maafnya atas ketidak hadiran ketua dewan Ade Irawan dalam acara audensi diruang komisi II.
“Secara lembaga, kami bisa saja memberikan data itu kepada public, karena hal itu merupakan salah satu kepentingan masyarakat, namun karena Ketua Dewan yang memberikan jawaban tertulis kepada LMP, semua berpulang kepada keputusan ketua dewan, saat ini beliau sedang berada diluar, sehingga kami tak bisa memutuskan apa yang diinginkan LMP," jelasnya.
Karena audensi tak dihadiri Ketua DPRD Ade Irawan, pertemuanpun tidak menghasilkan keputusan apa-apa, akhirnya anggota Laskar Merah Putih mengancam menginap di gedung DPRD menunggu datangnya Ade Irawan (M. Fachry)











