Bandung, BEDAnews
Ketua DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanegara menyoroti masih rendahnya upah buruh tani yang diterima oleh buruh tani kentang yang hanya. Rp 11.000 – Rp. 12.500 perhari. Dengan upah sebesar itu para buruh tani kentang akan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-harinya.
Irfan mengatakan hal itu saat melaksanakan Panen Bibit Kentang G2 (benih dasar) bersama gubernur Jabar di Balai Pengembangan Benih Kentang (BPBK) Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat di Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Selasa (26/6).
Panen Bibit kentang G2 yang telah dihasilkan oleh BPBK sampai Tahun 2012 ini sebanyak 60 ton, naik dua kali lipat dari sebelumnya dan rencananya akan disebar kepada para penangkar/petani selama delapan bulan kedepan.
Meskipun sudah mengalami kenaikan hasil panen bibit kentang G2, namun baru bisa memenuhi sekitar 10,9% dari kebutuhan benih di Jawa Barat. Dimana dalam setahun Provinsi Jawa Barat membutuhkan sekitar 25.500 ton bibit kentang G2.
Setelah melakukan panen Bibit Kentang G2, Irfan Suryanagara besama Ahmad Heryawan didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Endang Suhendar dan Kepala Balai Pengembangan Benih Kentang Obas Firmansyah meninjau sarana dan prasarana yang ada di BPKB.
"Saya berharap sarana dan parasarana yang ada di BPKB dapat lebih dioptimalkan lagi agar dapat meningkatkan produksi bibit kentang G2 sehingga dapat memenuhi ketersediaan kebutuhan bibit di Jawa Barat," kata Gubernur. (hermanto)











