Oleh: Dr M. Harry Mulya Zein
– Penulis adalah Pemerhati Ilmu Pemerintahan, Dosen Vokasi Universitas Indonesia
– Anggota Dewan Pakar Asosiasi Media Konvergensi Indonesia
– Aktivis Forum Senja
JAKARTA || Bedanews.com – GELOMBANG demonstrasi besar di negara Republik Demokratik Federal Nepal yang meluap Kamis (11/9/2025), bagaikan tsunami yang menggulung segalanya.
Nepal yang kini berpenduduk sekitar 29,65 juta orang menjadi kalang kabut. Pucuk pimpinan negeri itu dipaksa mundur.
Demonstrasi Nepal bermula dari pemblokiran yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi setempat.
Pemerintah Nepal mengintruksikan otoritas telekomunikasi untuk menonaktifkan akses ke-26 platform media sosial yang tidak terdaftar.













