Padahal, menurut Menag Nasaruddin Umar, guru adalah warasatul anbiya pewaris misi kenabian. Itu berarti guru memikul amanah untuk membentuk karakter ekologis, bukan hanya kemampuan akademik. “Ilmu tanpa iman akan kehilangan arah moral,” kata beliau. Dan arah moral itulah yang sedang hilang hari ini.
Bencana Harus Menjadi Bahan Ajar
Kurikulum kita terlalu steril dari kenyataan kehidupan. Siswa mempelajari perubahan iklim, tetapi tak memahami banjir yang merendam kampungnya. Belajar ekosistem, tetapi tak diajak melihat bagaimana alih fungsi lahan menghancurkan daerah resapan. Belajar akhlak, tetapi tanpa konteks tanggung jawab terhadap bumi. Sudah saatnya bencana masuk ruang kelas not sebagai tragedi, tapi sebagai bahan refleksi. 1) Guru IPA dapat menjelaskan hubungan hutan, air, dan bencana; 2) Guru IPS membahas tata ruang dan relasi kekuasaan; 3) Guru agama menekankan amanah sebagai khalifah; 4) Guru seni membangkitkan kesadaran ekologis melalui ekspresi kreatif.












