Ketika Undang-Undang Cipta Kerja menggeser posisi Amdal dari “pagar etis” menjadi sekadar “instrumen risiko”, kita sebenarnya sedang menabung bahaya. Izin diberikan dulu, risiko dinilai belakangan. Lingkungan akhirnya kalah cepat dari deru pembangunan.
Bencana Sumatra adalah hasil dari relasi kuasa atas ruang yang timpang dan pendidikan kita selama ini gagal membentuk keberanian moral untuk mengkritisinya.
Tema HGN 2025: Menyentuh, tetapi Harus Jadi Gerakan
Menariknya, tragedi ini terjadi berdekatan dengan Hari Guru Nasional 2025 yang mengusung tema “Merawat Semesta dengan Cinta.” Tema yang indah, sarat nilai spiritual, dan sejalan dengan QS. Al-Baqarah [2]:30 tentang manusia sebagai khalifah penjaga, bukan penguasa.
Namun dalam praktik, pendidikan kita belum menanamkan kesadaran ini secara serius. Banyak sekolah masih sibuk mengejar angka rapor dan target administratif, sementara nilai cinta lingkungan menjadi catatan pinggir.












