Prof. Zudan juga menjelaskan dengan sistem manajemen talenta yang matang akan mempercepat proses pengisian jabatan tanpa mengorbankan kualitas. Ketika sistem ini sudah terbentuk secara optimal, Prof. Zudan sebut pengisian jabatan dapat berlangsung lebih cepat karena proses suksesor telah dipersiapkan secara berjenjang. “Kalau kepala jabatan kosong minggu ini, minggu depan seharusnya sudah bisa dilantik. Karena suksesornya sudah disiapkan secara sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya optimistis.
Dalam proses asesmen yang ditangani oleh Tim Asesmen BKN lewat Pusat Penilaian Kompetensi ASN, para kandidat ini akan menjalani lima instrumen penilaian utama, yakni psikotes, analisis kasus, _Leaderless Group Discussion_ (LGD) dan presentasi. Seluruh tahapan dirancang untuk mengukur kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, hingga potensi kepemimpinan strategis. Tahapan asesmen ini sendiri akan berlangsung mulai 23 s/d 24 Februari 2026.













