Yassierli menilai, pengalaman tersebut penting agar peserta magang memiliki cara pandang yang lebih luas mengenai dunia kerja.
“Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Yassierli.
Menurutnya, pemahaman mengenai produktivitas perlu ditanamkan sejak seseorang mulai memasuki dunia kerja. Dengan demikian, budaya perbaikan berkelanjutan dapat tumbuh sejak awal dan tidak berhenti pada pencapaian target pekerjaan semata.
Kemnaker memandang peningkatan produktivitas semakin strategis di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja, serta agenda Indonesia Emas 2045.













