Dalam konteks tersebut, produktivitas tidak hanya menjadi ukuran keberhasilan perusahaan, tetapi juga bagian dari budaya kerja yang perlu dibangun secara konsisten.
Perubahan teknologi, menurut Kemnaker, menuntut perusahaan dan pekerja untuk terus beradaptasi. Sistem kerja yang tidak efisien berpotensi menghambat daya saing, sementara proses kerja yang terus diperbaiki dapat menciptakan efisiensi sekaligus meningkatkan nilai tambah.
Melalui program percontohan ini, Kemnaker menargetkan lahirnya model pendampingan peningkatan produktivitas perusahaan yang sistematis, terukur dan terintegrasi.
Model tersebut nantinya diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas pada sektor maupun perusahaan lainnya. Bagi Kemnaker, pembenahan produktivitas bukan hanya soal meningkatkan output perusahaan.













