Tahapan berikutnya mencakup penerapan perbaikan, monitoring, hingga evaluasi untuk mengukur dampak dari intervensi yang telah dilakukan.
Bentuk perbaikannya pun dapat berbeda di setiap perusahaan. Intervensi antara lain diarahkan pada peningkatan efisiensi proses kerja, perbaikan kualitas layanan, pengurangan pemborosan, penataan tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses, serta peningkatan mutu produksi dan pelayanan.
Pendekatan tersebut menempatkan produktivitas sebagai hasil dari perbaikan sistem secara menyeluruh, bukan semata-mata beban yang harus dipikul pekerja. Program ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi peserta Pemagangan Nasional. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman menjalankan pekerjaan, tetapi juga diperkenalkan pada bagaimana perusahaan mengidentifikasi persoalan dan melakukan perbaikan terhadap proses kerja. Peserta pemagangan akan berinteraksi langsung dengan perusahaan, instruktur, serta para spesialis produktivitas selama proses pendampingan berlangsung.













