“Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (23/8/2026).
Kemnaker menerapkan pendekatan company-based productivity improvement agar perbaikan yang dilakukan tidak bersifat seragam, melainkan menyesuaikan persoalan dan kebutuhan masing-masing perusahaan.
Proses pendampingan dimulai dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas. Dari tahap tersebut, tim kemudian mengidentifikasi akar persoalan sebelum menyusun rencana peningkatan produktivitas.













