“Aksi konvergensi harus memastikan bahwa seluruh intervensi yang dibutuhkan oleh sasaran, khususnya ibu hamil, bayi, balita dan kelompok rentan, benar-benar hadir secara terpadu dan tepat sasaran,” jelas Fauzan.
Fauzan menekankan bahwa, pemerintah provinsi memiliki posisi strategis untuk memastikan konvergensi tersebut berjalan di Kabupaten/Kota, sehingga target RPJMN tahun 2029 sebesar 14,2 persen dapat tercapai.
Berdasarkan hasil pemantauan semester 1 tahun 2026, dari 514 Kabupaten/Kota yang dinilai, baru 5 Kabupaten/Kota yang masuk kategori berkinerja baik, 52 berkategori sedang dan 457 Kabupaten/Kota masuk kategori kurang.
Fauzan menjelaskan terdapat 5 tantangan utama yang harus segera diatasi.
– Pertama, kualitas perencanaan dan penganggaran yang belum sepenuhnya mengintegrasikan intervensi gizi spesifik dan sensitif.













