Pembahasan juga menekankan perlunya indikator hasil yang terukur agar efektivitas program ekonomi syariah dapat dievaluasi secara berkelanjutan.
Bank Indonesia turut menyampaikan arah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, dukungan kantor perwakilan Bank Indonesia di daerah, serta berbagai praktik baik yang dapat direplikasi sesuai dengan karakteristik dan kapasitas ekonomi masing-masing wilayah.
Forum ISEF 2026 mempertegas bahwa, akselerasi ekonomi syariah nasional membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah sebagai penggerak pembangunan ekonomi di tingkat lokal.
Potensi industri halal, ekonomi pesantren, kewirausahaan berbasis komunitas, pembiayaan syariah, zakat, infak, sedekah dan wakaf produktif dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila didukung kebijakan yang terarah serta kolaborasi yang kuat.













