Dalam ajaran Islam, Lailatul Qadar adalah malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Hal ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Qadr yang menjelaskan bahwa, malam tersebut merupakan malam turunnya rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.
Karena kedudukannya yang sangat tinggi, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Muslim Arbi menilai, menjadikan peristiwa sakral tersebut sebagai bahan kelakar politik berpotensi melukai perasaan umat Islam.
“Ketika simbol-simbol agama dijadikan bahan humor dalam konteks politik praktis, itu bisa menimbulkan kegaduhan dan melukai sensitivitas umat,” katanya.
Pernyataan Bahlil tersebut dinilai, semakin sensitif, karena muncul pada momentum bulan Ramadan, ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa dan meningkatkan spiritualitas.













