JAKARTA || Bedanews.com – Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia yang berkelakar menyebut Lailatul Qadar akan turun jika kursi Partai Golkar bertambah, menuai kritik dari sejumlah kalangan.
Pengamat politik dan hukum, Muslim Arbi menilai, pernyataan tersebut berpotensi menyinggung nilai-nilai sakral dalam ajaran Islam dan dapat dikategorikan sebagai bentuk dugaan penistaan agama.
Menurut Muslim Arbi, Lailatul Qadar merupakan salah satu peristiwa spiritual paling suci dalam Islam yang tidak pantas dijadikan bahan candaan politik, apalagi dikaitkan dengan kepentingan elektoral sebuah partai.
“Lailatul Qadar adalah malam yang sangat sakral dalam ajaran Islam. Mengaitkan turunnya Lailatul Qadar dengan bertambahnya kursi politik suatu partai jelas merupakan bentuk kelakar yang tidak pantas dan berpotensi menistakan agama,” ujar Muslim Arbi dalam keterangannya kepada media, Sabtu (7/3/2026).













