Tapi pindah ke Rusia membawa konsekuensi politik yang berat. Uni Eropa, melalui Kepala Kebijakan Luar Negerinya Kaja Kallas, secara terbuka mendesak Asia Tenggara untuk tidak beralih ke Rusia. Alasannya: pendapatan minyak Rusia dipakai untuk membiayai perang di Ukraina.
Negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kini berada dalam tiga dilema sekaligus:
a. Dilema politik: Beli dari Rusia, risiko kena sanksi sekunder dari AS. Dicap tidak pro-Barat.
b. Dilema keamanan: Tidak beli dari Rusia, cadangan menipis. Kesiapan operasional TNI terganggu.
c. Dilema hukum: Belum ada resolusi DK PBB yang secara eksplisit melarang pembelian minyak dari Rusia. Tapi tekanan politik dan ancaman sanksi tetap nyata
*Implikasi bagi ASEAN dan Posisi Indonesia*













