Hidup di negara yang menganut sistem kapitalisme yang sedang diemban oleh negeri ini memang serba susah dan sangat sulit. Apalagi bagi rakyat kecil, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin terpuruk. Penguasa hanya mementingkan para pemilik modal atau importir yang terus mencari keuntungan di negeri ini tanpa peduli kepada petani dan rakyat kecil.
Akibatnya sekali lagi rakyat kecil dan petani yang menaggung kesengsaraan. Tahu tempe hilang dari pasaran, misalnya ada juga mahal. Sungguh ironis di negeri yang subur makmur gemah ripah loh jinawi, pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri.
Jauh panggang dari api, kebijakan pemerintah yang tidak pro pada petani lokal sangat menyakiti hati para petani. Pemerintah lebih perhatian pada kedelai impor, sehingga para petani akan tergantung pada harga produsen tahu tempe yang mengakibatkan para petani kedelai sangat menderita. Inilah bukti sistem kapitalisme yang lebih mengutamakan keuntungan pemilik modal daripada kemaslahatan umat.













