“Lebih dari itu, negara harus membuka secara transparan proses audit terhadap aliran dana, laporan pajak, devisa hasil ekspor dan seluruh aktivitas bisnis yang berpotensi merugikan negara. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menyentuh aktor intelektual, pemodal, dan korporasi yang berada di belakang layar,” tegasnya lagi.
Selanjutnya, Pery mengatakan, Mahasiswa memiliki energi, idealisme dan keberanian yang luar biasa. Sayangnya, energi besar itu akan sia-sia jika diarahkan ke sasaran yang keliru. Rakyat tidak akan menjadi lebih sejahtera hanya karena sebuah program dihentikan. Rakyat akan lebih sejahtera ketika kebocoran uang negara ditutup, korupsi diberantas, mafia ekonomi dihancurkan dan kekayaan bangsa kembali digunakan untuk kepentingan masyarakat.













