JAKARTA || Bedanews.com – Mahasiswa dikenal sebagai penjaga nurani bangsa. Ketika negara menghadapi ketidakadilan, mahasiswa turun ke jalan. Ketika kekuasaan melenceng, mahasiswa bersuara. Namun pertanyaannya, apakah hari ini arah perjuangan itu sudah benar-benar menyentuh sumber masalah yang paling besar.
Menurut Pery Rinandar, selaku Ketua Umum Barisan Suara Muda Indonesia, terlalu sering publik disuguhi demonstrasi yang menuntut penghentian program-program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat kecil, sementara itu, para pelaku kejahatan ekonomi yang merampok triliunan rupiah kekayaan negara justru seolah menjadi isu sampingan, padahal, jika ingin berbicara tentang penderitaan rakyat, maka musuh utamanya bukanlah program yang memberi makan, pendidikan, atau bantuan kepada masyarakat, melainkan mereka yang menguras uang negara untuk memperkaya diri sendiri.













