Tasikmalaya, Bedanews.com – Kehadiran jasa transportasi online kini telah menjadi kebutuhan primer bagi berbagai lapisan masyarakat di Kota Tasikmalaya.
Namun, di balik kemudahan yang dinikmati konsumen, para pengemudi (driver) ojek online (ojol) kini mulai mengeluhkan kondisi lapangan yang semakin tidak menentu, terutama terkait penurunan jumlah orderan dan kebijakan tarif.
Soni Sonjaya (40), salah satu driver yang telah beroperasi selama setahun terakhir, mengaku tetap menekuni pekerjaan ini meski duka seringkali lebih terasa dibanding suka.
Ia menyoroti ketidakseimbangan antara waktu yang dihabiskan di jalan dengan pendapatan yang dibawa pulang.
“Kendala utama kami adalah orderan yang tidak berimbang dengan waktu. Bagaimana mau berimbang kalau orderannya sepi? Otomatis penghasilan jadi sangat minim,” ungkap Soni saat diwawancarai, Rabu malam tadi (22/04/2026).












