Mereka menilai, bertambahnya jumlah pengemudi tanpa dibarengi pertumbuhan jumlah pesanan hanya akan memicu persaingan yang tidak sehat dan semakin menjatuhkan pendapatan driver lama.
“Buat kami, kalau terus-terusan begini tentu bikin jengkel. Kami sangat berharap kantor Maxim tidak terus-menerus membuka pendaftaran tanpa batas. Harusnya dibatasi agar orderan yang ada bisa mencukupi kebutuhan para driver yang sudah ada,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen operator terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuntutan para pengemudi di wilayah Kota Tasikmalaya tersebut. (Suslia)












