Maklum Jokowi karena praktik tipu-tipu kelicikannya yang disaksikan sendiri oleh setiap anak bangsa sesuai pola praktik penyelenggaraan negara yang lakoni.
Mungkin, ide penerapan teori eksepsional oleh Jokowi gegara faktor kausalitas dinamika politik, dimana sejak dirinya memimpin sudah datang gelombang serangan besar politik bahkan diawali saat dirinya menjadi Gubernur DKI. Jakarta, perihal tuduhan terkait garis keturunannya yang dianggap simpang siur termasuk pengguna ijasah palsu dari universitas UGM dimana Pratikno Mensesneg RI. pernah menjadi rektor.
Memang Jokowi aneh, bayangkan program Presiden Soeharto tentang ejaan yang disempurnakan/ EYD pun kalah cepat, terbukti identitas Jokowi sejak sekolah dasar/ SD tahun 1960-an sudah sebagai Joko, saat semua teman-temannya masih bernama Djoko. Sehingga Jokowi sejak SD memang sudah beda (eksepsional) dia menentang ketentuan ejaan lama yang baru menjadi EYD pada tahun 1970 an.












