• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, Mei 10, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Jauhi Militeristik, Dekati TNI

Jauhi Militeristik, Dekati TNI

angel angel by angel angel
21 Oktober 2024
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Damai Hari Lubis (Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212)

JAKARTA || Bedanews.com – Cenderung para politisi tanah air melupakan eksistensi tentang teori eksepsionalisme. Teori eksepsionalisme inilah yang digunakan oleh Jokowi, selama dirinya berkuasa, selain ditunjang oleh “sistim konsitusi flu UUD 2002”.

Lalu apa hubungannya dengan judul artikel, agar mengetahui kejelasannya silahkan baca sampai dengan selesai

BeritaTerkait

Perjalanan Iman Nabi Ibrahim dan Kegagalan Kita “Membaca” Langit

9 Mei 2026

DK PBB: Penonton Mewah di Perang Teluk

9 Mei 2026

Teori eksepsional adalah penerapan sistim kebijakan politik dengan pola “berani beda” diantara sistim politik yang ada, seolah teori kebijakan eksepsionalisme yang mereka pilih dan gunakan menjadikan mereka yang paling unggul atau paling hebat diantara kelompok organisasi apapun yang ada.

Penerapan teori beda dan paling hebat menurut persepsi Jokowi adalah penerapan metode koordinasi antara seluruh kekuatan eksekutif, legislatif dan yudikatif yang akhirnya meng- kristalisasi namun sebuah nice point dan progresif terhadap hubungan dirinya kearah domain penguasa tunggal mirip monarki (sistim absolutisme), hal konsep penerapan atas teori ini, sebenarnya tidak plagiat atau Jokowi tidak mencuri konsep teori yang sudah ada sebelumnya, Jokowi yang tidak inovatif awalnya jelas tanpa sengaja, hanya oleh sebab kelicikannya demi mengamankan kursi kekuasaannya atau upaya politik mencegah impeachment. Oleh sebab dirinya memahami demi egonya, banyak melahirkan kekeliruan atau kontra dengan TAP. MRP. RI Nomor 6 Tahun 2001 dalam memimpin negara ini, selebihnya Jokowi protektif terhadap puluhan janji palsu atau melanggar janji politik terhadap bangsa ini. Karena menurut ahli filosofis JJ. Rousseau, “hal janji pemimpin merupakan kontrak politik, sehingga merupakan beban (hutang) moralitas untuk mewujudkannya”.

Page 1 of 5
12...5Next
Previous Post

Hikmah Heboh Fufufafa

Next Post

Pidato Pertama Prabowo Subianto: Berantas Korupsi, Karena Musuh Bersama

Related Posts

Ragam

Perjalanan Iman Nabi Ibrahim dan Kegagalan Kita “Membaca” Langit

9 Mei 2026
Ragam

DK PBB: Penonton Mewah di Perang Teluk

9 Mei 2026
Ragam

Ada Upaya Djaka Budhi Mau Ditumbalkan

9 Mei 2026
Ragam

Sosialisasi Sepak Takraw di SDN Jelambar Baru 07, PSTI Jakarta Barat Dorong Lahirnya Atlet Muda

8 Mei 2026
Ragam

Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi Melaksanakan Kegiatan Majlis Ta’lim

8 Mei 2026
Ragam

Galian Hari Ini, Air Bersih Esok Hari! Solusi Penurunan Tanah dan Krisis Ekologis, Kontraktor Proyek Pipa PAM JAYA Wajib Tertib demi Jakarta 2029

8 Mei 2026
Next Post

Pidato Pertama Prabowo Subianto: Berantas Korupsi, Karena Musuh Bersama

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021