Oleh: Sayed Junaidi Rizaldi
JAKARTA || Bedanews.com – Di tengah rentetan kasus suap dan Operasi Tangkap Tangan (OTT), pernyataan Indonesian Audit Watch ( IAW ) seharusnya tidak berhenti sebagai kutipan biasa. Apa yang ia sampaikan adalah sinyal keras tentang adanya persoalan yang lebih dalam di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Perubahan penerimaan dari minus 8 persen menjadi surplus 5 persen dalam waktu singkat bukanlah prestasi yang otomatis patut dirayakan. Justru sebaliknya—angka ini memunculkan pertanyaan mendasar: apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik layar?
Jika kenaikan itu adalah hasil reformasi, mengapa baru sekarang terasa signifikan? Apakah selama ini kebocoran dibiarkan? Atau lebih jauh lagi, apakah ada mekanisme yang selama ini tidak transparan dan baru “dirapikan” ketika sorotan publik menguat?













