Jika pemerintah serius, maka langkah yang diperlukan bukan kosmetik:
1. audit menyeluruh dan terbuka,
2. transparansi real-time atas penerimaan,
3. serta pembenahan sistem pengawasan yang tidak bisa dinegosiasikan.
Tanpa itu, lonjakan dari minus ke surplus hanya akan terlihat seperti anomali yang rapuh—bukan capaian yang kokoh.
Pada akhirnya, publik berhak tahu: apakah ini benar-benar tanda perbaikan, atau justru puncak gunung es dari persoalan yang lebih besar?
Jika alarm ini diabaikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya angka penerimaan negara, tetapi legitimasi negara itu sendiri di mata rakyatnya dan jangan biarkan Jaka Budhi Utama bergerak dalam kesepian tanpa ada support yang maksimal. ***
– Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98
– Ketua Umum Ikatan Alumni UPN Veteran Jakarta













