
Dalam pernyataannya, Abah Anton menegaskan pentingnya menjaga marwah demokrasi.
“Demokrasi harus dijalankan dengan penuh martabat. Aspirasi rakyat adalah hak konstitusional, tapi kita harus menolak keras aksi disertai kekerasan, anarkisme, maupun penjarahan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung adanya temuan bom molotov di lapangan yang diduga menjadi indikasi adanya pihak tertentu yang berupaya memicu kerusuhan. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat, termasuk mahasiswa, pekerja transportasi daring dan organisasi kemasyarakatan, agar tidak mudah terprovokasi.
“Kalau bangsa ini rusuh, yang paling rugi adalah rakyat kecil. Perekonomian macet, biaya hidup makin berat, dan penderitaan semakin panjang. Demokrasi sejati adalah ruang membangun gagasan, bukan menghancurkan persatuan,” ujar Abah Anton.












