DEMAK || Bedanews.com – Menurut kepala RA Taqwiyatul Wathon, Nuryatul Badriyyah, AH, S.Pd.I bahwa, haul adalah bagian dari mengingat kematian dan untuk mengukir kebaikan bagi yang hidup.
“Dalam haul, yang diperingati adalah hari wafatnya, maka kepada anak didik kita dapat mengambil pelajaran bahwa hidup yang singkat, harus diukir dengan diperbanyak amal kebaikan melalui belajar yang menyenangkan dan saling membantu kepada sesama teman, utamanya bagi anak anak RA Taqwiyatul Wathon”.
Demikian disampaikan oleh Nuryatul Badriyyah, selaku kepala RA Taqwiyatul Wathon kepada sejumlah awak media, Rabu (9/9/2026).
Senada disampaikan oleh ketua yayasan, H. Khambali, Haul merupakan momentum untuk mendo’akan para pendahulu, khususnya hal ini kepada mu’asis yayasan Islam Taqwiyatul Wathon.
“Mari kita teladani sikap juang dan keikhlasan dari beliau para pendiri yayasan,” ujarnya.
Berdasar rilis dari salah satu pengurus yayasan, Nur Hidayatun, ST, rangkaian haul mu’asis yayasan taqwa, diikuti oleh seluruh civitas akademik mulai dari jenjang RA, MI, MTs, MA, hingga Pondok Pesantren Taqwiyatul Wathon.
PAGI, Pelaksanaan haul di pagi hingga siang hari, berupa pembacaan tahlil, Yasin dan Asyrokol, di makam Mbah H. Asrori (pewaqaf), Mbah H. Samsuri (Pendiri & Pembina yayasan) serta Mbah H. Supriyadi (Mantan Ketua Yayasan ke-3).
MALAM, Pada malam hari bertempat di Musholla Pondok Pesantren Tahfidz Taqwa, dilaksanakan Istighosah dan Do’a bersama oleh jajaran pengurus yayasan, tokoh agama & tokoh masyarakat Desa Sumberejo, dewan guru beserta para santri pondok pesantren. (Red).













