Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB (2017–2019))
JAKARTA || Bedanews.com –
*PENDAHULUAN*
Sejarah tidak selalu menguji bangsa melalui perang. Kadang-kadang ujian datang melalui akumulasi persoalan yang perlahan menggerus kekuatan dari dalam. Alija Izetbegović mengalami ujian sejarah dalam bentuk yang paling keras: penjara, tekanan politik, pergulatan pemikiran, hingga memimpin Bosnia dan Herzegovina ketika perang berkecamuk pada 1992–1995. Ia pernah dipenjara pada 1946–1949 dan kembali dihukum dalam Sarajevo Trial 1983, sebelum dibebaskan pada 1988. Pada 1990, ia terpilih sebagai Presiden Presidium Bosnia dan Herzegovina melalui pemilu demokratis.
Namun yang relevan bagi Indonesia bukan untuk menyalin perjalanan politiknya, melainkan memahami nilai yang melekat pada perjuangannya: keberanian berpikir, keteguhan prinsip, penghormatan terhadap hukum, dan kepemimpinan yang diuji oleh krisis.













