Sebagai solusi kapitalisme, impor jelas hanya akan memperlemah produksi pangan nasional. Namun pemerintah sepertinya sudah menganggap impor sebagai solusi terbaik sehingga selalu mampu berdalih demi memuluskan jalan impor.
Islam justru memiliki solusi yang jauh lebih baik daripada kebijakan instan seperti impor. Sistem ekonomi Islam telah menyediakan mekanisme terbaik agar negara mampu mewujudkan Sistem Ketahanan Pangan.
Pertama, kualitas produksi pangan perlu dioptimalkan sebaik mungkin. Lakukan ekstensifikasi pertanian dengan menghidupkan tanah mati. Serta intensifikasi pertanian dengan teknologi terkini, agar kualitas alat produksi, bibit dan pupuk dapat ditingkatkan.
Kedua, ciptakan mekanisme pasar terbaik. Penawaran dan permintaan harus dikendalikan oleh negara untuk mengendalikan harga. Penimbunan, monopoli, penipuan apalagi praktik riba wajib ditumpas oleh negara.













