Ketiga, negara harus mampu melakukan manajemen logistik. Di saat panen raya harus memasok cadangan lebih yang justru bisa didistribusikan ketika persediaan pangan menipis.
Keempat, bijak dalam mengatur ekspor-impor antar negara. Jika seluruh kebutuhan pangan rakyat telah terpenuhi, maka boleh melakukan ekspor. Sedangkan impor berkaitan dengan kegiatan perdagangan luar negeri. Dalam kegiatan perdagangan luar negeri, aspek yang dilihat adalah pelaku perdagangan, bukan barang yang diperdagangkan.
Kelima, memprediksi cuaca. Adanya teknologi terkini dan fasilitas terbaik mampu mendukung kajian mendalam mengenai perubahan cuaca dan iklim saat ini. Sehingga negara akan mampu mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem yang akan mempengaruhi produksi pangan nasional.













