Saat ini, alih fungsi lahan pertanian sepertinya sudah sangat umum terjadi. Di mana-mana banyak sawah menghilang, berganti menjadi kawasan industri, perumahan, atau proyek nasional. Catatan BPS tahun 2018 menyebutkan bahwa luas lahan baku sawah terus menurun dibanding tahun sebelumnya. Wajar saja jika hal ini berdampak pada berkurangnya produksi beras dalam negeri. Untuk mengatasi masalah pangan ini lalu masuklah kebijakan impor, yang dianggap sebagai solusi instan, mudah dan praktis. Padahal kebijakan tersebut justru menambah masalah. Lahan berkurang, hutang bertambah.
Dilansir dari Kompas, 6/3/2021, Ketua Umum AB2TI Dwi Andreas menilai tahun ini tak perlu melakukan impor beras, karena adanya la nina justru akan membuat produksi beras akan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu dan tidak akan menghadapi masalah.













