Dalam dunia intelijen dan strategi militer, kita diajarkan satu prinsip dasar: jangan pernah melihat apa yang dikatakan musuh, tetapi lihatlah ke mana ia bergerak. Dan saat ini, meskipun debu pertempuran di Iran masih beterbangan, peta pergerakan Israel sudah menunjukkan arah yang jelas. Mereka sudah menyusun rencana untuk langkah berikutnya.
Target selanjutnya bukanlah Hizbullah di Lebanon, bukan pula Hamas di Gaza, dan bukan juga milisi-milisi pro-Iran di Suriah dan Yaman. Target selanjutnya adalah dua negara Muslim terbesar yang paling disegani di kawasan Asia dan Timur Tengah: Pakistan dan Turki.
Namun, jangan keliru memahami maksud saya. Israel tidak akan mengirim divisi-divisi tanknya mendarat di pantai Karachi atau Istanbul. Mereka tidak sebodoh itu. Mereka telah belajar dari pengalaman panjang mereka di Afghanistan, Lebanon, dan Gaza bahwa invasi darat langsung adalah bencana. Sebaliknya, mereka akan menggunakan senjata yang jauh lebih halus, lebih licik, dan jauh lebih sulit untuk dilawan: *INVASI PROKSI*













