Dalam konteks tersebut, mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional tahun 2024 tersebut menegaskan bahwa apabila tidak ada penanganan yang serius dan terintegrasi, kondisi pada tahun 2050 diperkirakan akan jauh lebih buruk dibandingkan saat ini. Ancaman banjir rob akan semakin besar dan berpotensi merusak permukiman warga, infrastruktur, kawasan industri, serta aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pesisir utara Jawa.
Selain itu, putra sulung dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut juga menyinggung krisis air bersih yang mulai mengintai masyarakat di kawasan Pantura Jawa. Kondisi ini dinilai sangat ironis, sebab di tengah ancaman banjir dan melimpahnya air akibat rob, masyarakat justru mengalami kesulitan memperoleh air bersih yang layak konsumsi. Karena itu, penyediaan layanan air bersih perpipaan menjadi solusi strategis yang harus dipercepat oleh pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan.













