Pada akhirnya, masyarakat Jakarta pada dasarnya dapat memahami bahwa pembangunan sebesar ini pasti menimbulkan ketidaknyamanan sementara. Warga bisa menerima jalan macet, asal pengerjaannya jelas, tertib, cepat, aman, dan bertanggung jawab. Warga bisa memaklumi jalan digali, asalkan tidak dibiarkan berantakan. Warga bisa menerima debu dan lumpur sementara, asalkan dibersihkan. Yang sulit diterima publik bukan proyeknya, melainkan kelalaian pelaksanaannya.
Karena itu, pesan utamanya sederhana: galian jalan untuk pipa air memang bisa menimbulkan kemacetan, tetapi tujuannya mulia untuk memenuhi hak dasar seluruh warga atas air bersih. Proyeknya benar, visinya besar, manfaatnya penting. Namun pelaksanaannya harus tertib. PAM JAYA dan Pemprov DKI wajib memastikan kontraktor bekerja disiplin, patuh SOP, dan tidak merugikan masyarakat. Sebab proyek besar yang baik hanya akan dihormati publik bila dikerjakan dengan cara yang benar. ***













