Diketahui pula bahwa AHY mengingatkan, tanpa penanganan yang serius dan terintegrasi, ancaman banjir rob, kerusakan lingkungan, krisis air bersih, hingga kerugian ekonomi diperkirakan akan semakin besar pada 2050. Mengingat kawasan Pantura berkontribusi sekitar 27 persen atau setara US$368,37 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Karena itu, menjaga kawasan Pantura sama artinya dengan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Dalam konteks Jakarta, percepatan pembangunan jaringan air perpipaan PAM JAYA dinilai sangat strategis untuk mengurangi penggunaan air tanah yang menjadi salah satu penyebab utama penurunan muka tanah. Dengan demikian, proyek perpipaan PAM JAYA tidak hanya bertujuan menyediakan air bersih bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penyelamatan lingkungan dan masa depan Jakarta, meskipun pelaksanaannya untuk sementara menimbulkan dampak seperti kemacetan dan gangguan aktivitas warga.













