Dalam konteks tersebut, apabila ketergantungan terhadap air tanah terus dibiarkan, Jakarta akan menghadapi ancaman yang jauh lebih serius, seperti penurunan tanah, banjir rob, kerusakan lingkungan, hingga krisis air bersih. Karena itu, pembangunan jaringan pipa air minum bukan hanya soal distribusi air, melainkan juga bagian dari upaya menyelamatkan Jakarta dari ancaman ekologis jangka panjang.
Terkait masalah penurunan permukaan tanah, beberapa hari lalu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar rapat koordinasi bersama kementerian, lembaga, dan kepala daerah untuk membahas perlindungan Pantai Utara Jawa (Pantura). Dalam rapat tersebut ditegaskan bahwa kondisi Pantura semakin memprihatinkan akibat penurunan permukaan tanah yang mencapai 15–20 sentimeter per tahun, terutama di Jakarta dan Semarang, serta kenaikan muka air laut akibat pemanasan global.













