Oleh :Ahmad Rusdiana, (Guru Besar Manajemen Pendidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.)
Sudah hampir mendekai dua pekan memasuki bulan suci Ramadhan umat muslim wajib berpuasa dengan menahan makan dan minum sekitar 13 jam.Namun, puasa tidak hanya sekedar menahan makan dan minum karena hal tersebut mudah dilakukan. Sebenarnya esensi dari ramadan adalah bagaimana kita mengevaluasi diri, lebih ke aspek spiritual” “Kalau inside kita itu baik yang keluar juga baik, kebaikan kepada orang, kasih sayang sesama, toleran, menghargai orang lain. Tapi inside penuh kebencian maka yang keluar juga kebencian” Sebagai contoh di bulan penuh berkah ini masih ada orang yang menyebarkan hoaks/berita bohong. Tampilan luar menunjukkan berpuasa namun tidak memperbaiki diri sehingga hoaks masih saja ada. Sekarang ini masih banyak orang berpuasa itu casing-nya, karena nggak makan dan minum. Puasa ini sebenarnya bagaimana kita perbaiki inside” memperbaiki diri dan berbuat kebaikan tidak hanya di bulan puasa tetapi setelah ini harus tetap dilakukan. Persoalnnya; ”bagaimana kita memberdayakan ritual dan kebiasaan sehari-hari lebih bernilai ibadah, bukan sekadar tindakan yang tidak berarti. Ada bebarapa cara mengevaluasi diri secara spiritual untuk Ramadhan, dilansir di About Islam.













