*Ketiga,* dan ini yang paling dekat dengan kita: dampaknya langsung sampai ke Selat Malaka.
Saya tahu ini terdengar teknis, tapi coba bayangkan: jika kapal-kapal takut lewat Hormuz, harga minyak dunia naik. Asuransi kapal naik. Jalur logistik memanjang. Dan ujungnya? UMKM di Surabaya, Medan, Makassar yang harus bayar lebih mahal untuk barang dan bahan baku. Jadi jangan salah. Kebuntuan AS vs Iran bukan drama jauh di sana. Ini urusan perut rakyat kita juga.
*Apa yang bisa dilakukan Indonesia?*
Kita punya semua modal untuk jadi pemain penting: sejarah Konferensi Asia-Afrika, posisi silang di antara dua samudra, pengalaman di PBB, hubungan baik dengan hampir semua negara. Tapi terlalu sering, kita cuma menunggu. Menunggu AS memutuskan. Menunggu China bergerak. Menunggu dunia memberi ruang.













